Monday, 28 November 2011

Beternak Gurame Usaha yang Menjanjikan


Usaha perikanan banyak memberikan pendapatan bagi masyarakat meski awalnya sering dipandang sebelah mata. Sebagai salah satu pendukung kebutuhan pangan dan kehidupan yang bergizi, ikan memberikan asupan gizi yang cukup sehingga banyak orang kini mengkonsumsinya. Apalagi dalam membudidayakannya telah banyak mengalami kemajuan sehingga untuk mengembangkan usaha ini banyak menarik minat dan perhatian dari berbagai pihak.
Hal inilah yang dialami oleh Wiwid bersama Bambang yang merintis usaha perikanan di Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Melihat banyaknya tenaga kerja produktif di desanya berbondong-bondong mencari kerja, mereka tertantang untuk membuktikan bahwa perikanan bisa memberikan penghidupan.
Sehingga pada tahun 1998 mereka mencoba untukmembudidayakan lele dan memperoleh hasil yang cukup bagus. Mereka berdua memulai usaha ini hanya berbekal modal Rp50.000,- dan hingga saat ini usaha ini telah manjadi sentra proyek percontohan tingkat nasional. Melihat hasil yang cukup menjanjikan, banyak masyarakat sekitar tertarik untuk mengembangkannya, apalagi saat itu krisis moneter sedang melanda.
Konsumen
Konsumen ikan gurameh sebagian besar dari masyarakat kalangan menengah keatas, karena harga jual ikan gurameh terbilang cukup tinggi. Selain itu target pasar yang dapat diambil adalah perusahaan katering, pelaku bisnis restoran, maupun penjual ikan gurameh yang ada di pasaran.
Pendirian Kelompok Usaha Tani
Melihat banyaknya minat dari masyarakat sekitar, Wiwid dan Bambang ditambah Heru mendirikan kelompok tani ikan. Dengan berdirinya kelompok tani ini diharapkan :
1. Menambah motivasi untuk terus maju
2. Mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha ini
3. Menjaga kekompakan
4. Mempunyai visi yang sama dalam pengembangannya, termasuk dalam penerapan standar harga
Mereka mengumpulkan petani-petani ikan di desa tersebut dan mendirikan kelompok tani Mino Raharjo dimana saat peresmiannya mendatangkan petugas PPL Kecamatan dan Dinas Koperasi.
Dengan berjalannya waktu, banyak petani yang ingin bergabung dengan kelompok tersebut. Untuk menjaga efektifitas, kelompok tani tersebut membatasi jumlah anggotanya 30 orang. Sedangkan sisanya mereka fasilitasi sehingga terbentuk kelompok-kelompok baru yang mencapai 4 kelompok tani di desa Jambidan.
Masing-masing kelompok mempunyai agenda sendiri-sendiri. Prestasi yang pernah diraih antara lain menjadi proyek percontohan gurame tingkat nasional dan model pendanaan tingkat nasional sebesar 900juta rupiah. Selain itu juga, beberapa LSM dan lembaga-lembaga resmi lain diantaranya UNDP, menggandeng mereka dalam mengembangkan usaha ini.
Info Bisnis
Semakin berkembangnya usaha tersebut, kelompok tani ini mencoba menciptakan diversifikasi produk. Pada awalnya pembibitan lele kemudian mereka mencoba pembibitan gurame. Setelah melewati beberapa waktu ternyata hasil dari pembibitan gurame lebih bagus dibanding pembibitan lele.
Mulai saat itulah mereka fokus untuk mengembangkan budidaya gurame sehingga saat ini mereka lebih dikenal dengan sentra budidaya gurame. Dalam pembudidayaan ini, mereka tidak fokus dalam pemijahan. Mayoritas petani fokus pada penetasan telur dan pembesaran.
Mereka membeli benih telur gurame seharga Rp30,- per ekor dan telur-telur ini mereka peroleh dari petani ikan di desa tersebut dan kota – kota sekitarnya. Produk yang dihasilkan petani ikan di kelompok tersebut berbeda-beda. Ada yang fokus hanya menyediakan telur ikan, ada yang fokus menyediakan bibit ikan usia 1 bulan, bibit usia 2 – 4 bulan sampai dengan bibit seukuran bungkus rokok atau berat 5 ons. Jika dirata-rata, kelompok tani tersebut bisa menghasilkan 2,5juta ekor per bulan.
Saat ini, UPR Mino Raharjo mengelola kolam yang tersebar di wilayah desa tersebut dengan total luas lahan mencapai +/- 7 hektar. Masing-masing petani mengelola kolamnya sendiri kecuali pada saat panen tiba. Biasanya mereka dibantu 2-3 orang yang membantu penangkapan, penghitungan, dan pengemasan. Tenaga kerja ini mendapat upah Rp30.000,- per hari.
Proses Produksi
Dalam proses produksinya, setelah telur menetas langsung ditempatkan dalam ember-ember khusus supaya benih-benih tersebut aman dan kuat hingga usia 4 hari. Kemudian dipindahkan ke dalam kolam-kolam hingga usia 1 bulan.
Kolam ukuran 2x2m bisa memuat 10ribu ekor bibit. Untuk mendapatkan bibit dengan ukuran yang lebih besar lagi, bibit tersebut dipindahkan ke kolam tanah dengan ukuran 5x5m atau lebih besar. Saat pembesaran bibit yang harus diperhatikan adalah kesehatan dan kondisi air. Ukuran ikan untuk dijual sesuai target pasar yang ingin disasar masing-masing petani. Untuk pakan, masing-masing ukuran dan usia bibit berbeda. Misal:
Usia bibit PakanJenis pakanJumlah pakanHarga
Telur-1 bulan Rp10rb/literCacing sutra10ribu ekor = 7lt/bulan
1 – 2 bulanD0 (pelet gembur)10ribu ekor = 10kg atau secukupnyaRp11rb/kg
2 bulan atau lebihpelet (jenis min2)sesuai ukuran yang ingin dicapaiRp6500/kg
Harga pakan yang cukup mahal menjadi salah satu kendala dalam pembudidayaan ikan gurame ini.
Keuntungan usaha
Keuntungan dalam budidaya gurame dibandingkan dengan jenis ikan yang lain adalah :
  1. Permintaan gurame yang cukup tinggi sehingga pasar terjamin
  2. Nilai jual yang cukup tinggi
  3. Bisa dijual dalam usia atau ukuran berapa pun karena kebutuhan pasar sangat variatif.
Sedangkan keunggulan budidaya gurame yang diterapkan kelompok tani Mino Raharjo adalah sistem guba, gugus simba, dimana bibit diberi suplemen nutrisi sehingga ikan dalam kategori sehat dan kualitas baik serta pengelolaannya dilakukan oleh petani yang cukup ahli dalam pembibitan dan pembesaran. Proses penjualannya dilakukan seleksi sesuai kualitas dan ukuran.
Kekurangan usaha
Peluang usaha perikanan gurameh membutuhkan keahlian khusus dalam menjalankannya. Karena proses perawatan yang cukup rumit, selain itu dibutuhkan pula beberapa nutrisi untuk menghasilkan ikan yang berkualitas baik dan tidak terkena penyakit. Lingkungan tempat memelihara ikan gurameh juga perlua diperhatikan, baik dari air, suhu, maupun media yang digunakan untuk memelihara. Agar dapat menghasilkan panen ikan yang berkkualitas.
Pemasaran sampai ke luar pulau
Sejauh ini mayoritas konsumen berasal dari Jogja dan pulau Jawa, beberapa Sumatera dan Kalimantan. Untuk wilayah Jogja sendiri mereka hanya bisa memenuhi 25% dari permintaan. Mereka diantaranya adalah petani pembesaran, pedagang besar, rumah makan dan sebagainya. Harga jual untuk bibit usia 1 bulan adalah Rp150,-per ekor dan untuk ukuran konsumsi (5 ons) Rp21.000/kg.
Dengan besarnya permintaan, adanya kompetitor tidak terlalu dirasa pengaruhnya. Salah satu upaya kelompok ini untuk memenuhi kebutuhan pasar, mereka mencoba memasyarakatkan budidaya gurame dengan mengadakan pelatihan rutin 1 bulan sekali. Demi kenyamanan dan efektifitas, peserta peltihan sehari itu dibatasi 25 sampai 30 orang. Mereka juga melayani konsultasi pembudidayaan tersebut.
Rencana ke depannya, UPR Mino Raharjo, pada tahun 2010 mentargetkan menjadi sentra percontohan dengan mengembangkan usaha perikanan dengan sistem one stop shoping. Diatas lahan di sebelah selatan desa seluas 2 hektar, dengan target dana Rp2milyar, mereka akan mengembangkan kawasan budidaya ikan terpadu dari hulu sampai hilir.
Mulai dari penetasan, pembesaran sampai dengan produk jadi yaitu ikan matang yang disajikan di rumah makan yang akan didirikan di atas lahan tersebut juga. Di samping itu, lokasi tersebut akan dilengkapi arena bermain dan wisata sehingga saat orang dewasa belajar budidaya, anak-anak diberikan fasilitas bermain.
Tips Sukses
Menjaga kualitas hasil ikan, pisahkan antara ikan yang berkualitas bagus dengan ikan yang kurang bagus. Jadi konsumen tidak kecewa jika mendapatkan ikan yang kurang bagus, untuk ikan yang kurang bagus masih tetap bisa dijual namun dengan penawaran harga yang lebih murah.

Analisa Ekonomi:

Analisis keuangan dibuat dengan basis perhitungan
1000 ekor bibit gurame ditebar

Pengeluaran

Pembelian bibit       : 1.000 ekor x Rp    750,00                                                          = Rp   750.000,00
Pakan D0              :    10 kg   x Rp 11.000,00                                                          = Rp   110.000,00
Pakan Pelet           :   900 kg   x Rp  6.500,00                                                         = Rp 5.850.000,00+
Total Pengeluaran                           = Rp 6.710.000,00

Pendapatan

Penjualan Ikan Gurame : 400 kg     x Rp 23.000,00                                                          = Rp 9.200.000,00

Total Pendapatan                             = Rp 9.200.000,00

Keuntungan   = Rp 9.200.000,00 - Rp 6.710.000,00                           = Rp 2.490.000,00

Proposal Usaha Terkait  :
Beternak Ayam Kampung
Usaha Pembibitan ikan Air Tawar
Beternak Kelinci

Usaha Sewa Tanaman Hias


Hadirnya peluang usaha persewaan tanaman hias, menjadi salah satu bukti bahwa peluang usaha dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Ide peluang usaha ini muncul ketika sebagian pengelola kantor, gedung serta ruang – ruang publik lainnya tidak sempat lagi untuk menghadirkan suasana asri dan keindahan dalam ruangan mereka. Dengan adanya peluang usaha tersebut, kini banyak orang yang menekuni bisnis persewaaan tanaman hias.
Selain biasa disewakan di perkantoran dan gedung ruang – ruang public, jasa persewaan tanaman hias juga biasa digunakan untuk event – event tertentu. Biasanya pemilik event organizer juga akan menggunakan jasa tersebut jika mengadakan acara – acara tertentu, misalnya saja pada saat seminar, acara pesta pernikahan, serta acara lain yang membutuhkan hiasan ruangan.
Konsumen
Usaha persewaan bunga banyak dicari perusahaan maupun konsumen perseorangan yang sedang memiliki acara tertentu. Biasanya pengusaha sewa tanaman hias diundang untuk mendesain ruangan yang digunakan untuk acara tertentu dengan tanaman hias yang disewakan pula. Selain itu pemilik gedung perusahaan maupun gedung apartemen biasa memakai jasa tersebut untuk menghiasi lingkungan tempat kerja maupun tempat tinggal mereka.
Bisnis persewaan tanaman hias menguntungkan kedua belah pihak yang menjalin kerjasama, pengusaha persewaan membutuhkan masukan orderan sedangkan konsumen menginginkan kemudahan dalam memperoleh keindahan tanpa harus bersusah payah mengurusi perawatan tanaman serta tanpa harus menanggung resiko rugi akibat tanaman yang ada di sekitar mereka mati.
Tips Sukses
Peluang usaha dengan modal kecil ini memerlukan keahlian khusus dalam merawat tanaman. Karena setiap tanaman memiliki cara yang berbeda – beda dalam merawatnya, dan untuk ini kita harus jeli dan teliti dalam memberikan perawatan. Sehingga sebelum memulai usaha ini, sebaiknya mengikuti pelatihan khusus tentang budidaya tanaman hias. Apabila kita telah memiliki keahlian dalam merawat berbagai macam tanaman, kita tinggal menyediakan stok tanaman hias yang cukup serta memiliki beraneka jenis dan ukuran. Karena dalam bisnis ini tidak semua konsumen memiliki permintaan pesanan yang sama. Biasanya tanaman yang sering disewa antara lain, jenis palem – paleman, dracaena ( tanaman berdaun indah ), aglonema, adenium, serta tanaman bunga seperti krisan dan anthurium.
Pemasaran
Strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mempromosikan usaha sewa tanaman hias yaitu mencoba memasarkan dari mulut ke mulut melalui rekan atau kerabat yang ada di lingkungan sekitar. Pemasaran juga bisa dilakukan dengan mencoba memasukan proposal penawaran ke beberapa kantor dan jasa event organizer yang ada di sekitar usaha Anda. Atau bisa juga menggunakan bantuan jasa iklan di media cetak maupun media elektronik untuk mencari peluang pasar yang lebih luas. Pasang juga plakat nama di depan lokasi usaha Anda, sehingga dapat menarik masyarakat yang sedang mencari jasa persewaan tanaman hias.
Analisis Ekonomi

Berikut kami berikan analisis ekonomi sebagai gambaran usaha persewaan tanaman hias

Modal awal
Membeli berbagai macam tanaman hias            Rp 1.500.000,00
Peralatan ( terdiri dari gunting tanaman,
penyiram tanaman, pot bunga,dll )              Rp   500.000,00
Lain – lain                                    Rp  50.000,00 +
Jumlah                                         Rp 2.050.000,00

( Peralatan dan tanaman hias mengalami penyusutan setelah 2 tahun pemakaian = 1/24 x Rp 2.050.000,00 = Rp 85.400,00/bulan )

Biaya Operasional per bulan
Pupuk, sekam dan biaya perawatan               Rp   500.000,00
Gaji pegawai                                   Rp   700.000,00
Transportasi                                   Rp   300.000,00
Pemasaran                                      Rp   100.000,00
Lain – lain                                   Rp    50.000,00+
Jumlah                                         Rp 1.650.000,00

Pemasukan Omset per bulan
Omset sewa/event : Rp 100.000 x 15 event    =  Rp 1.500.000,00
Omset sewa/bulan : Rp 500.000/bulan x 3 kantor                                                           =  Rp 1.500.000,00+
Total omset                                   Rp 3.000.000,00

Laba bersih / bulan :
Rp 3.000.000,00 – Rp 1.650.000,00          =  Rp 1. 350.000,00

ROI (Return of Investment)
( Rp 2.050.000,00 : Rp 1.350.000,00 )          =  < 2 bulan

Source  :  bisnisukm.com
Proposal Usaha Terkait  :  
Proposal Usaha Parcel
Proposal Usaha Sewa Sound System
Proposal Usaha Rias Pengantin

Membuka Warung Soto


Wisata kuliner adalah fenomena baru pada masa sekarang ini. Mencoba menu makanan unik dan khas di setiap daerah memang tidak akan pernah ada bosannya. Berbagai menu yang berkembang saat ini menjadi syarat mutlak pendukung wisata kuliner. Contohnya soto, selain bakso menu soto terbilang memiliki penggemar yang cukup banyak. Sehingga makanan ini dapat dijadikan sebagai salah satu target bisnis kuliner.
Konsumen
Menu makanan soto disukai oleh semua orang. Bahkan di beberapa daerah memiliki soto dengan khas daerahnya masing – masing, sehingga konsumen soto tersebar di berbagai daerah. Menu makanan ini juga diterima masyarakat menengah atas, sampai masyarakat biasa.
Info bisnis
Soto merupakan hidangan berkuah khas Indonesia yang sangat populer, hingga hampir di semua daerah memiliki hidangan soto dengan khas yang berbeda. Misalnya saja soto ayam, soto babat, soto limfa, soto cingur, soto sulung, soto betawi, soto bandung, soto padang, soto mie bogor, hingga coto makassar pun juga ada, lengkap dengan cara penyajian yang berbeda pula. Banyaknya varian soto yang memiliki masing – masing penggemar, memberikan peluang besar untuk menjadikannya salah satu usaha kuliner yang menjanjikan. Jika Anda penggemar soto dan memiliki keahlian dalam membuat makanan ini, tak ada salahnya jika Anda mencoba membuka usaha warung soto. Bagi Anda yang ingin berbisnis sukses dengan sajian kuliner soto, berikut kami berikan beberapa tips persiapan maupun pelaksanaan usaha warung soto.
Untuk berjualan soto, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan :
  1. Merinci modal yang akurat untuk mendapatkan keuntungan yang tepat
  2. Mempunyai skill dalam memasak, jika belum mahir maka belajarlah dari yang ahli atau dari buku
  3. Membuat resep masakan soto yang enak
  4. Memiliki cirri khas rasa yang berbeda dengan soto lain yang ada
  5. Menjaga kebersihan tempat Anda berjualan
  6. Menambah daftar menu dengan makanan atau minuman yang bervariasi
  7. Melakukan promosi dan pemasaran, misal selama launching memberikan diskon khusus serta melakukan pemasaran.
Kelebihan bisnis 
Banyaknya penggemar makanan soto, memperbesar peluang sukses bisnis ini. Selain itu pemasarannya pun juga tidak terlalu sulit, karena masyarakat sudah akrab dengan menu tersebut. Bagi para pemula, bisnis ini juga sangat cocok untuk dicoba. Karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sehingga semua orang bisa mencoba menjalankan bisnis ini.
Kekurangan bisnis
Hambatan yang sering dihadapi oleh pelaku bisnis soto adalah tidak stabilnya harga bahan baku. Bahkan harga ayam dan bumbu yang dijadikan sebagai bahan baku soto cenderung lebih sering naik, sehingga para pedagang soto kesulitan dalam menekan biaya produksi. Karena belum memungkinkan untuk menaikan harganya, maka cara yang bisa dilakukan pedagang hanyalah mengurangi ukuran porsi soto yang ditawarkannya. Namun pengurangan juga tidak terlalu banyak, ini untuk mengurangi resiko kekecewaan konsumen.
Pemasaran
Strategi pemasaran yang paling efektif untuk usaha makanan adalah promosi dari mulut ke mulut. Dengan adanya promosi konsumen yang sudah menikmati soto Anda, masyarakat akan mengetahui keberadaan bisnis soto Anda. Oleh karena itu jaga selalu kualitas rasa soto Anda dan tingkatkan kualitas pelayanan yang diberikan agar konsumen tidak kecewa. Karena informasi negatif dari konsumen yang kecewa, juga akan cepat menyebar di lingkungan masyarakat.
Disamping itu, Anda juga dapat mempromosikan soto dengan memasang spanduk berisi nama usaha dan jenis makanan yang dijual. Jadi orang yang melewati jalan sekitar lokasi usaha tersebut, mengetahui produk yang ditawarkan. Bila perlu cantumkan harga makanan dan minuman yang ditawarkan sehingga konsumen tidak ragu untuk mampir, setelah melihat murahnya harga makanan dan minuman yang ditawarkan.
Kunci sukses
Agar bisnis soto Anda disenangi konsumen, sebaiknya jaga cita rasa soto yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan kualitas rasa soto yang nikmat, dijamin pengunjung akan berdatangan dengan sendirinya tanpa strategi pemasaran khusus. Dukung pula rasa yang nikmat, dengan pelayanan yang ramah dan cepat. Konsumen biasanya kecewa jika harus berlama – lama menunggu pesanan datang, dan melihat pelayan yang menyajikan menunya dengan sadis. Oleh karena itu  berikan pelayanan yang terbaik, agar konsumen juga tidak merasa kecewa dan akan kembali lagi untuk menikmati soto Anda.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Bahan baku                                     Rp 2.000.000,00
Gerobak sepeda                                 Rp 1.000.000,00
Peralatan                                      Rp   900.000,00
Lain – lain                                    Rp  25.000,00 +
Jumlah                                         Rp 3.925.000,00

Biaya Operasional / bulan
Pembelian bahan baku @ Rp 200.000,00 x 30      Rp 6.000.000,00
Gas Elpiji          @ Rp  15.000,00 x 6 tabung Rp    90.000,00
Lain – lain                                   Rp    10.000,00+
Jumlah                                         Rp 6.100.000,00

Pemasukan
Omset/ bulan   ( 50 porsi x Rp 5.000,00 ) x 30 =                                                             Rp 7.500.000,00

Laba bersih / bulan
Rp 7.500.000,00 – Rp 6.100.000,00 =            Rp 1.400.000,00

ROI (Return of Investment)
( modal awal : laba bersih per bulan )   = < 3 bulan

Proposal Usaha Terkait  :
Usaha Sate Ayam
Membuka Rumah Makan Sederhana
Membuka Rumah Makan Padang

Prospek Cerah Membuka Rumah Makan Padang


Menjalankan bisnis rumah makanpadang memang menjanjikan untung yang cukup besar. Tidaklah heran bila sekarang ini rumah makan khas masakan Padang tidak hanya populer di daerah asalnya Sumatera Barat, namun juga semakin tumbuh subur di berbagai penjuru daerah.
Sebagian besar masyarakat sengaja memilih makan di rumah makan padang karena kelezatan cita rasanya sangat cocok dengan lidah orang Indonesia dan harga jualnya sesuai dengan kantong semua kalangan. Hal inilah yang menjadikan bisnis rumah makan padang selalu ramai dikunjungi banyak pelanggan.
Konsumen
Aneka menu masakan padang kini sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia, sehingga pangsa pasar yang bisa Anda bidik tentunya juga cukup luas. Mulai dari kalangan masyarakat menengah ke bawah hingga masyarakat kalangan atas. Sebut saja dari mulai kalangan mahasiswa, keluarga, hingga karyawan kantoran yang menginginkan menu makanan yang serba praktis dengan harga yang cukup ekonomis.
Info Bisnis
Melihat peningkatan minat pasar yang semakin besar, sekarang ini banyak pelaku bisnis rumah makan padang yang mulai mengembangkan usahanya dengan sistem buka cabang maupun menawarkan kemitraan. Kondisi ini tentunya menjadi bukti nyata bagi kita semua bahwa peluang pasar bisnis rumah makan padang masih terbuka sangat lebar. Sehingga bagi Anda yang sedang bingung mencari peluang usaha, tidak ada salahnya bila mencoba menjalankan bisnis rumah makan padang untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya.
Nah, sebelum memulai bisnis rumah makan padang untungnya semakin nendang. Berikut ini kami informasikan beberapa poin penting yang perlu Anda persiapkan.
  1. Mencari informasi menu masakan apa saja yang menjadi andalan rumah makan padang. Biasanya masakan padang terdiri dari nasi dan rebusan daun singkong serta sayur nangka yang dilengkapi dengan sambal dan aneka pilihan lauk pauk lainnya. Seperti misalnya rendang, empal, sate padang, ayam bakar padang, gulai ayam, gulai ikan, tunjang (kikil sapi), usus sapi, cumi, telur, paru sapi, dan yang tak ketinggalan adalah siraman kuah santan yang memperkaya cita rasa khas masakan padang.
  2. Memilih lokasi usaha yang strategis. Karena pangsa pasar yang dibidik sangatlah luas, maka lokasi usaha yang cukup potensial antara lain di sekitar komplek kampus, perkantoran, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, ataupun di sekitar tempat-tempat umum seperti terminal, bandara, stasiun, dan rumah sakit. Yang terpenting adalah perhatikan kebersihan lokasi agar konsumen tidak ragu untuk mampir ke warung Anda.
  3. Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan usaha. Beberapa peralatan yang wajib Anda siapkan adalah etalase untuk memajang masakan, perabot masak, peralatan makan, serta perlengkapan ruang usaha seperti meja dan kursi pelanggan.
  4. Tawarkan harga yang cukup terjangkau. Pada dasarnya rumah makan padang dikenal masyarakat sebagai salah satu tempat makan yang harga makanannya cukup terjangkau. Karena itu tawarkan harga yang bersahabat dengan konsumen, misalnya saja per porsinya berkisar Rp 5.000,00 hingga Rp 15.000,00 tergantung jenis lauk yang dipilih.
  5. Perhatikan cita rasa masakan yang Anda tawarkan. Masakan padang biasanya memiliki cita rasa yang cukup pekat dari bumbu rempah-rempah. Karena itu, jaga kualitas rasa yang Anda tawarkan agar tidak mengecewakan para konsumen.

Resep Rendang Padang

Bahan :
  • 1 ½ kilo daging sapi
  • 12 gelas santan dari 3 butir kelapa
  • 2 biji asam kandis
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 lembar daun kunyit
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • Garam secukupnya
  • 1 ons cabe merah
  • 15 buah bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 buah kemiri
  • 2 cm jahe
  • 3 cm laos (yang ini tidak perlu dihaluskan, cukup di keprak saja
Bumbu :
  • 1 ons cabe merah
  • 15 buah bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 buah kemiri
  • 2 cm jahe
  • 3 cm laos (cukup di keprak saja)
Cara membuat :
  1. Potong-potong daging sesuai selera Anda
  2. Tumis bumbu halus dan lengkuas, batang serai, daun kunyit, daun jeruk, hingga semuanya harum.
  3. Setelah itu masukan potongan daging hingga bumbunya mulai meresap, sambil diaduk-aduk.
  4. Langkah berikutnya tambahkan santan dan asam kandis. Aduk terus agar santan tidak pecah.
  5. Aduk-aduk hingga santan benar-benar mengental dan potongan daging mulai empuk. Agar tidak mudah gosong, masak dengan api sedang agar kematangan daging benar-benar merata.
Kelebihan Bisnis
Sampai hari ini menu masakan padang masih sangat digemari para pelanggan. Variasi menunya yang beraneka ragam dan harganya yang cukup terjangkau, membuat sebagian besar masyarakat memilih rumah makan padang sebagai tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan makanan para konsumen. Tentunya ini memberikan keuntungan yang cukup bagi para pelaku usaha, sehingga wajar adanya bila rumah makan padang selalu laris manis diserbu para konsumen.
Selain itu, restoran-restoran padang juga memberikan pelayanan yang cepat dan tepat bagi para konsumennya. Sebagian rumah makan padang ada yang mempersilahkan konsumennya mengambil sendiri menu makanan yang mereka pilih, dan ada juga sebagian rumah makan lainnya yang menggunakan tenaga kerja terampil untuk membawakan tumpukan piring lauk pauk ke meja para pelanggan. Jadi, para konsumen yang datang tidak harus antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan seporsi makanan khas padang.
Kekurangan Bisnismasakan padang
Dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman, kendala yang paling sering dihadapi pelaku usaha yaitu adanya persediaan makanan atau masakan yang masih tersisa. Apalagi di rumah makan padang semuanya serba lauk dan sayur, jadi semisal masih tersisa dan dijual kembali pada hari berikutnya, maka kualitas rasa sayur dan lauk yang dihidangkan akan sangat menurun. Karena itu, sebisa mungkin pelaku usaha harus pintar-pintar memperhitungkan banyaknya porsi masakan yang disajikan dengan jumlah permintaan pasar setiap harinya.
Kendala berikutnya yang menjadi resiko bagi pelaku bisnis rumah makan padang adalah tingkat persaingan usaha yang cukup besar. Sekarang ini jumlah warung makan padang di berbagai daerah semakin hari kian meningkat, sehingga bisa dipastikan bila persaingan bisnis antar pedagang tak bisa dielakkan lagi. Untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin pesat, pelaku usaha dituntut untuk menjaga kualitas produk dan pelayanan yang diberikan, agar para konsumen tidak berpaling ke rumah makan lainnya.

Strategi Pemasaran

Pada dasarnya image rumah makan padang sudah tertanam di hati para konsumen sebagai salah satu tempat makan yang kebersihannya terjaga, kualitas rasanya cukup lezat, dan harganya juga bersahabat. Adanya image tersebut tentunya sangat menguntungkan Anda sebagai pelaku usaha dan membantu pemasaran bisnis rumah makan padang yang sedang Anda jalankan. Jadi, sebisa mungkin tingkatkan kepuasan para pelanggan agar mereka semakin loyal dengan bisnis masakan padang yang Anda jalankan.
Selanjutnya, untuk mengoptimalkan strategi promosi bisnis warung makan padang Anda bisa dilakukan dengan cara memasang neon box di depan lokasi usaha dan menempelkan tulisan nama rumah makan Anda di kaca etalase yang digunakan untuk display lauk-pauk. Strategi ini cukup efekif untuk menginformasikan keberadaan bisnis Anda, dan menarik minat konsumen untuk mampir menikmati masakan padang yang Anda tawarkan.
Kunci Sukses
Kunci kesuksesan bisnis rumah makan padang terletak pada cita rasa masakan yang dihidangkan, kebersihan dan kenyamanan tempat makan, serta murahnya harga jual yang ditawarkan. Disamping itu, untuk meningkatkan omset penjualan dan loyalitas para pelanggan, bisa Anda lakukan dengan cara menerima pesanan nasi box atau nasi bungkus untuk acara-acara tertentu dan memberikan layanan pesan antar untuk pembelian produk dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan begitu, konsumen semakin puas dengan pelayanan Anda dan mereka tak sungkan-sungkan menjadi pelanggan tetap Anda.
Analisa Ekonomi

Modal awal
Sewa tempat per tahun                        Rp 20.000.000,00
Etalase                                      Rp  1.500.000,00
Peralatan masak (kompor, wajan, panci,dll)   Rp  1.000.000,00
Peralatan makan (piring, gelas, sendok, dll) Rp    800.000,00
Termos nasi                                  Rp    200.000,00
Meja dan kursi plastik                       Rp  1.000.000,00+
Total                                        Rp 24.500.000,00

Biaya penyusutan alat 
Etalase : 1/60 bln x Rp 1.500.000            Rp  25.000,00
Peralatan masak : 1/36 bln x Rp 1.000.000    Rp  27.800,00
Peralatan makan : 1/24 bln x Rp 800.000      Rp  33.300,00
Termos nasi : 1/24 bln x Rp 200.000          Rp   8.300,00
Meja dan kursi : 1/60 bln x Rp 1.000.000     Rp  16.700.00+
Total penyusutan per bulan                   Rp 111.100,00

Biaya operasional per bulan
Beras (20 kg x Rp 7.000/kg x 26 hari)        Rp   3.640.000,00
Ayam, ikan, telur, daging, cumi, dll.
(Rp 500.000,00 x 26 hari)                    Rp 13.000.000,00
Bumbu (Rp 50.000,00 x 26 hari)               Rp  1.300.000,00
Teh, jeruk, dan gula pasir                   Rp    400.000,00
Gas elpiji 3 kg (Rp 15.000,00 x 15 tabung)   Rp    225.000,00
Gaji karyawan (Rp 800.000,00 x 2 orang)      Rp  1.600.000,00
Biaya sewa tempat (Rp 20.000.000 : 12 bln)   Rp  1.666.700,00
Biaya listrik dan telepon                    Rp    300.000,00
Biaya transportasi                           Rp    260.000,00
Biaya penyusutan alat                        Rp    111.100,00
Uang kebersihan                              Rp     50.000,00+
Total                                        Rp 22.552.800,00

Omset per bulan
Rata-rata harga seporsi nasi padang Rp 8.000,00
Rata-rata harga minuman Rp 1.500,00/gelas
Penjualan nasi padang
(Rp 8.000,00 x 120 porsi x 26 hari)          Rp 24.960.000,00
Penjualan minuman
(Rp 1.500,00 x 80 gelas x 26 hari)           Rp  3.120.000,00+
Total                                        Rp 28.080.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 28.080.000,00 - Rp 22.552.800,00          Rp 5.527.200,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)         4 bulan

Source  :  bisnisukm.com
Proposal Usaha Terkait  :
Proposal Usaha Catering Kue
Proposal Usaha Rumah Makan Sederhana
Proposal Usaha Sate Ayam