Thursday, 8 March 2012

Peluang Usaha Dendeng Ikan


Sudah banyak alternatif usaha pengolahan hasil laut terutama jenis ikan yang telah kita bahas, seperti pembuatan ikan asin, ikan asap, olahan siap santap seperti abon dsb. Berikut ulasan sebuah alternatif pengolahan ikan segar menjadi olahan Dendeng Ikan, dengan keunggulan dapat meningkatkan nilai ekonomis/nilai jual ikan, memperpanjang waktu simpan serta meningkatkan cita rasa ikan menjadi menu yang lezat dan praktis untuk dinikmati setiap saat. Pembuatan dendeng tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan alat-alat yang biasa terdapat di rumah tangga.
Dendeng ikan adalah ikan kering yang telah diberi bumbu, dan kadang-kadang telah mengalami proses-proses pemasakan. Dengan demikian, dendeng berbeda dengan daging kering yang tidak diberi bumbu (kecuali garam). Dendeng ikan ini memiliki masa simpan yang cukup lama sehingga menjadi salah satu alternatif pengolahan ikan dari permasalahan sifat ikan yang mudah membusuk. Pembuatan ikan menjadi dendeng ikan ini masih memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan lebih jauh.
 BAHAN PEMBUATAN DENDENG IKAN
Ikan Segar
Dianjurkan menggunakan ikan berukuran sedang yang kurang bernilai ekonomis. Ikan tamban merupakan salah satu jenis ikan berukuran sedang yang dapat diolah menjadi dendeng ikan. Ikan ini mempunyai tekstur daging lunak, dan berduri halus di dalam daging. Adanya duri halus tersebut menyebabkan ikan tamban paling cocok diolah menjadi produk kering seperti dendeng. Rasa dendeng tamban sangat enak dan tidak sulit membuatnya.
Bumbu-Bumbu
Setiap 1 kg ikan membutuhkan gula (200 gram), asam jawa (40 gram), bawang merah (50 gram), bubuk ketumbar (20 gram), lengkuas (30 gram), garam (300 gram), bawang putih (100 gram).
 PERALATAN DALAM PEMBUATAN DENDENG IKAN
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan dendeng ikan ini banyak menggunakan peralatan dapur rumah tangga, sehingga usaha ini bisa dilakukan oleh siapa pun dengan modal yang tidak terlalu mahal. Peralatannya terdiri atas :
Pisau dan talenan.
Alat ini digunakan untuk menyiangi dan mengiris daging ikan menjadi irisan tipis. Pisau yang digunakan hendaknya tajam, tipis dan terbuat dari logam stainless steel.
Pengering.
Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan. Pengering dapat berupa alat penjemur sederhana, atau berupa alat pengering yang berbahan bakar (minyak, kayu bakar, atau arang), bertenaga listrik atau bertenaga cahaya matahari.
Keranjang peniris.
Alat ini digunakan untuk meniriskan ikan setelah direndam dengan larutan garam.
Penggiling bumbu.
Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu dendeng. Secara mudahnya bisa menggunakan peralatan dapur seperti cobek dan muntu.
Panci.
Alat ini digunakan untuk merebus bumbu.
Lemari pendingin/Kulkas.
Alat ini digunakan untuk menyimpan ikan yang direndam di dalam larutan bumbu.
 CARA PEMBUATAN DENDENG IKAN
TAHAP PENDAHULUAN
Penyiangan.
  • Ikan disiangi dan dibelah seperti yang dilakukan terhadap ikan yang akan dikeringkan.
  • Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong.
  • Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.
  • Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang.
  • Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisa­-sisa darah.
  • Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.
Pembelahan.
Ikan dibelah pada bagian perut. Pembelahan dimulai dari kepala ke arah ekor tanpa menyebabkan bagian punggung terpotong.
Pembuangan tulang belakang.
Belahan ikan yang telah dibelah dibuka, kemudian tulang belakang ditarik dengan pinset sampai terlepas.
TAHAP PEMBUATAN LARUTAN BUMBU
  • Lengkuas, bawang putih, dan bawang merah digiling halus. Bumbu­-bumbu ini dicampur dengan gula, asam jawa dan bubuk ketumbar.
  • Air sebanyak 1 liter direbus sampai mendidih. Kemudian ditambahkan bumbu yang telah disiapkan di atas. Campuran tersebut dididihkan sambil diaduk-aduk selama 30 menit sampai kental. Setelah itu larutan bumbu didinginkan.
TAHAP PERENDAMAN DI DALAM LARUTAN BUMBU
Ikan direndam di dalam larutan bumbu semalam pada suhu dingin di dalam kulkas. Setelah itu, ikan dikeluarkan dari larutan bumbu, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik, kemudian plastik ditutup rapat. Kantong plastik tersebut dibiarkan di udara terbuka sampai suhunya tidak dingin lagi (sama dengan suhu kamar).
TAHAP PENGERINGAN.
Setelah ikan di dalam kantong tidak dingin lagi, ikan dikeluarkan dari kantong, kemudian segera dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 10 %. Selama pengeringan, ikan dibalik-balik agar pengeringan merata dan lebih cepat. Hasil pengeringan disebut dengan dendeng mentah ikan.
TAHAP PENGEMASAN.
Dendeng mentah ikan dapat disimpan di dalam kantong plastik.
TAHAP PENGGORENGAN.
Dendeng ikan yang telah kering dapat digoreng di dalam minyak panas (1700) selama 30~60 detik sambil dibalik-balik, kemudian cepat-cepat diangkat dan ditiriskan.
 Dendeng ikan ini umumnya dipasarkan dalam bentuk mentah atau belum di goreng, namun jika Anda ingin memasarkan dalam kondisi sudah siap santap pun tidak menjadi suatu masalah.


Source  :  binaukm.com
Peluang Usaha Lain  :

Budidaya Tanaman Kesehatan Rosella


Tanaman Rosella / Roselle (Hibiscus sabdariffa L) atau yang dahulu lebih dikenal dengan Frambozen sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas merupakan tanaman yang berasal dari Afrika. Rosella, bunga cantik yang sudah mulai populer di Indonesia, dulu tanaman ini hanyalah tanaman perdu yang dianggap gulma. Sekarang tanaman ini mulai di budi dayakan karena ternyata kelopak bunganya mempunyai banyak manfaat untuk mencegah berbagai penyakit. Kelopak bunga rosella bisa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk seduhan seperti teh. Selain rasanya enak kelopak bunga yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap. Sehingga tidak keliru jika budidaya tanaman Rosella banyak dilirik sebagai salah satu peluang usaha agrobisnis dengan prospek yang cerah.
Secara umum jenis tanaman yang masih kerabat dengan kembang sepatu ini banyak di temukan sebagai tanaman pagar dan merupakan tanaman perdu dengan tinggi antara 2 s/d 5 m. Ada dikenal bermacam-macam rosella, yang membedakan adalah warna kelopak bunga dan bentuk daunnya. Ada rosella hijau dengan warna kelopak bunga hijau, rosella merah dengan warna kelopak bunga merah, dan rosella ungu dengan warna kelopak bunga merah tapi bentuk daunnya bulat. Secara ringkas berikut akan dijelaskan mengenai budidaya tanaman rosella sebagai panduan bahan informasi untuk Anda.

BUDIDAYA TANAMAN ROSELLA

Seputar benih /bibit tanaman Rosella

Benih tanaman rosella berasal dari bijinya dan untuk membuat benih, biji bunga rosella di keringkan selama 4 hari . Setelah kering biji bisa dikembangbiakkan dengan cara disemai pada tanah yang gembur. Rosella bisa ditanam di semua jenis tanah tapi lebih cocok di ketinggian menengah ke bawah (di bawah 800 m dpl), di atas ketinggian tersebut umur lebih panjang. Rosella sangat cocok ditanam di lahan-lahan yang kurang di manfaatkan seperti perkarangan dan tegalan yang penting ada air untuk menyiram terutama saat musim kemarau.
Bercocok tanam rosella dimulai dari menyemai biji dengan wadah atau dengan polibag. Setelah tinggi tanaman kira-kira 10 cm atau berumur 1 bulan bisa pindah tanam ataupun bisa juga di tanam langsung yaitu dengan memasukkan biji rosella langsung ke lubang tanam. Rosella kebanyakan dibudidayakan secara organik karena hasilnya digunakan untuk obat. Pupuk kimia dan pestisida tidak digunakan dalam budidaya tanaman ini . Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos.

Jenis tanah atau media penanaman Rosella

Tanah atau media yang digunakan untuk penanaman Rosella tidak memerlukan pengolahan khusus. Bisa dibentuk bedengan ataupun diolah biasa seperti untuk menanam jagung. Penggunaan pupuk bisa dengan pupuk kandang. Pupuk kandang ditaburkan setelah pengolahan tanah. Kemudian di buat lubang tanam yaitu 50 x 60 cm dengan j arak tanam 100 x 100 cm. Pendangiran dilakukan sesuai kebutuhan biasanya hanya dilakukan satu kali setelah tanaman berumur 1 bulan. Setelah pendangiran diberikan lagi pupuk kompos atau bokhasi sebagai pupuk susulan.

Gangguan Tanaman Rosella

Hama utama yang menyerang tanaman rosella adalah nematoda (Heterodera ricicola) yang menyerang batang dan akar, sementara hama lainnya adalah belalang.

Pemanenan serta Pascapanen Bunga Rosella

Rosella mulai berbunga pada umur 2 – 3 bulan, dan dapat dipanen setelah berumur 5 – 6 bulan. Tanaman rosella yang dipanen adalah bunganya. Panen rosella dilakukan secara manual, dipetik dengan menggunakan gunting besi yang dilaksanakan bertahap dimulai dari bunga yang tua. Panen dihentikan setelah kualitas bunga menurun atau tanaman mulai rusak.
Setelah bunga dipetik kemudian dikeluarkan bijinya, setelah itu dijemur di bawah sinar matahari selama 4 – 6 hari. Gunakan penutup dari plastik agar kelopak tidak kena debu. Tanda kelopak sudah cukup kering , kadar air tinggal 4 – 5 persen, dan akan menjadi bubuk bila di remas. Simpan dalam stoples yang bersih dan kering, lalu tutup rapat.
Satu batang rosella bisa menghasilkan 2 – 3 kg bunga rosella basah, dalam 100 kg bunga rosella basah bisa menghasilkan 5 – 6 kg rosella kering. Harga Rosella merah kering rata-rata Rp. 60.000,- di petani .

Pemanfaatan Bunga Rosella

Bunga rosella merah bisa dijadikan berbagai olahan. Bunga rosella segar bisa dibuat sirup, selai , puding atau manisan, tapi kebanyakan kelopak bunga rosella kering dimanfaatkan sebagai bahan seduhan, seperti teh.
Contoh Olahan Bunga Rosella :
Cara Membuat Teh Rosella
Ambil sekitar 3 – 4 kuntum bunga rosella segar, cuci bersih dan belah dua. Seduh dengan 200 ml air panas, aduk sambil sedikit di tekan-tekan kelopak bunganya hingga air berwarna merah, kemudian di saring. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu. Apabila ingin membuat teh rosella yang sudah dikeringkan ambi sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas l 3 – 5 bunga rosella kering seduh dengan air mendidih hingga larut dan air berubah.



Source  :  binaukm.com
Peluang Usaha Lain  :

Monday, 20 February 2012

Budidaya Anggrek


Kita mengenal Tulip sebagai bunga khas Belanda, Indonesia juga terkenal akan bunga anggrek sebagai ciri khas bunga asli Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam jenisanggrek, dari mulai anggrek yang sering dibudidayakan hingga anggrek hutan yang masih banyak terdapat di hutan-hutan tropis Indonesia. Namun ternyata pengetahuan tentangbudidaya anggrek masih sedikit sekali di miliki oleh para petani bunga di Indonesia. Bahkan teknik dan cara budidaya anggrek hanya sesuatu yang turun menurun tanpa di sertai pembaharuan ilmu pengetahuan. Ulasan tantang teknik dan cara budidaya anggrekmasih terlampau sedikit untuk negara asal bunga Anggrek.
Di Indonesia anggrek telah di budidaya kan sejak 50 tahun silam, sedangkan anggreksendiri telah di kenal sejak 200 tahun silam. terdapat beberapa jenis anggrek di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang,Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis, anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.

Untuk dapat mememahami teknik dan cara budidaya anggrekperlu di ketahui tentang sifat hidup anggrek

Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:
  • Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.
  • Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.
  • Anggrek tanah / anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.
Anggrek memiliki manfaat selain sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan, baunya yang khas juga anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan, bahan minyak wangi/minyak rambut. Tanaman anggrek banyak ditanam di Eropa terutama Inggris, sedangkan di Asia adalah Muangthai. Di Indonesia,anggrek banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra ataupun di Irian Jaya.

Teknik dan cara budidaya anggrek perlu mengetahui iklim yang paling sesuai untuk anggrek

Iklim yang berpengaruh dalam Teknik dan cara budidaya anggrek adalah:
  • Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek.
  • Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek.
  • Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12,7 derajat C. Jika suhu udara malam berada di bawah 12,7 derajat C, maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng).
  • Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %.
Mengetahui iklim yang paling sesuai bagi anggrek dapat memperkaya teknik dan cara budidaya anggrek bagi petani bunga.
Teknik dan cara budidaya anggrek juga mengenalkan kepada kita jenis-jenis media sebagai tempat tumbuh anggrek. karena anggrek tidak berdiri sendiri, anggrek merupakan bunga hias berupa benalu yang hidup dan berkembang dari tanaman ataupun benda lain. Media tumbuh anggrek yaitu ;
  • Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari:
    • Serat Pakis yang telah digodok.
    • Kulit kayu yang dibuang getahnya.
    • Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu.
    • Ijuk.
    • Potongan batang pohon enau.
    • Arang kayu .
    • Pecahan genting/batu bata.
Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya.
Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang/daun-daunan.
  • Media untuk anggrek Terrestria
    • Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis dan lainnya.
  • Media untuk anggrek semi Terrestria
Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai media pecahan genting, serabut kayu, serat pakis dan lainnya. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5,2.
Untuk mencapai keberhasilan dan kematangan dalam teknik dan cara budidaya anggrek adalah ketinggian Tempat. Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  • Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl)
  • Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari, 21 derajat C pada malam hari, dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Contoh jenis anggrek ini adalah:
  • Dendrobium phalaenopsis
  • Onchidium Papillo
  • Phaphilopedillum Bellatum
  • Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl)
  • Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15-21 derajat C, pada malam hari, dengan ketinggian 150-1500 m dpl.
  • Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl)
  • Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia, tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9-15 derajat C pada malam hari, dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.

Teknik dan Cara Budidaya Anggrek terkait langsung dengan kualifikasi dan kualitas bibit yang digunakan

Persyaratan Bibit : Bibit anggrek yang baik, sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri, yaitu: bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat dan indah.
Penyebaran Biji : Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut:
  1. Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.
  2. Mensterilkan biji
Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke dalam botol. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades, digojog berulang kali (2-3 kali).
Di dalam Teknik dan Cara Budidaya Anggrek perlu di perhatikan proses Penyebaran biji anggrek : Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali.
Teknik Penyemaian Benih sangat di perlukan untuk menambah keahlian dalam Teknik dan Cara Budidaya Anggrek :
  • Memeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain.
  • Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat.
  • Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali, atau kain sisa yang dipotong potong. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi.
  • Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).
  • Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:
    • Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram
    • KH2PO4 : 0,25 gram
    • MgSO47H2O : 0,25 gram
    • (NH4)2SO4 : 0,25 gram
    • Saccharose : 20 gram
    • FeSO4 4H2O : 0,25 gram
    • MnSO4 : 0,0075 gram
    • Agar-agar : 15-17,5 gram
    • Aquadest : 1000 cc
    • Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas pHekstil/Indikator Paper.
    • Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat Cselama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempatbersih, dengan posisi miring, sehingga makanan setinggi 1/2-2/3 tinggi botol(dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5-7 jam untukmengetahui sterilisasi yang sempurna.
Point lain dalam Teknik dan Cara Budidaya Anggrek adalah Pemindahan Bibit : Setelah tanaman di dalam botol berumur 9-12 bulan terlihat besar, tumbuh akar. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yang berlubang. Siapkan pecahan genting, dan akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang 5-30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci, direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa:
  • Urea atau ZA : 0,50 mg
  • DS, TS atau ES : 0,25 mg
  • Kalium sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg
  • Air : 1000 cc
Alaternatif lain sebagai alas makanan, dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N, P, K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah, yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah, kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan).
Pemindahan bibit anggrek ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botoldengan memasukkan air bersih ke dalam botol. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U, tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin, streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.
Pemindahan dari Pot Penyemaian : Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi, maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4-6 cm, yang berisi potongan genting/batu bata merah, kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot.
Pengolahan Media Tanam termasuk dalam strategi Teknik dan Cara Budidaya Anggrek : Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan:
  • Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman).Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, kemudian pot diisi pecahan genting.Anggrek di letakkan di tengah danakarnya disebar merata dalam pot, kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot.
  • Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapisbatu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari darikebecekan, di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian.
Teknik Penanaman dalam Teknik dan Cara Budidaya Anggrek :
Penanaman tanaman anggrek, disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek,yaitu:
  1. Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.
  2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.
  3. Anggrek tanah/anggrek Terrestris.
Teknik dan Cara Budidaya Anggrek Juga harus mengetahui proses Pemeliharaan Tanaman
  1. Penjarangan dan Penyulaman Anggrek : Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek, yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah.
  2. Penyiangan Anggrek : Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenisanggrek.
  3. Pemupukan Anggrek : Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalamjumlah yang sedikit, antara lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, Si, dst. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah, berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya.
Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan, yaitu :
  • Pemupukan untuk bibit Anggrek (seedlings) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=6:3:1. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea, untuk P dipakai pupuk ES; DS; TS, dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4).
  • Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N, P, K:
1. Urea : 0,6 gram untuk 1 liter air
2. ES : 0,3 gram untuk 1 liter air
3. ZK : 0,1 gram untuk 1 liter air
Pemupukan Anggrek untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk, maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N, P, K dengan cara misalnya :
1. Urea : 0,3 gram untuk 1 liter air
2. DS : 0,3 gram untuk 1 liter air
3. K2SO4 : 0,3 gram untuk 1 liter air
Pemupukan Anggrek untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1.
Teknik pemberian pupuk buatan untuk anggrek adalah:
  • Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hati- hati, jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar.
  • Disiramkan, yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana.
  • Penyemprotan, cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya, maka akarnya ditutup plastik.
  • Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau.
Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.00 sore.
Pengairan dan Penyiraman Tanaman Anggrek : Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrekdapat berasal dari:
  • Air Ledeng, baik untuk menyiram karena jernih dan steril, tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yangbaik sekitar 5,6-6.
  • Air sumur, baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya.
  • Air hujan, yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman.
  • Air kali/air selokan, tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur,bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik.
Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut:
  • Pecahan genting/pecahan batu merah, yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit.
  • Potongan sabut kelapa, pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk.
  • Remukan akar pakis yang hitam, keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air, setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air.
  • Potongan kulit pakis, dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air, mudah terjadi penguapan. Jika potongannya besar, penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak.
Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan.
Waktu Penyemprotan Pestisida Bagi Tanaman Anggrek : Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari, lebih baik pada sore hari sekitar jam 5.00. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat, dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untukhama antara lain:
  • Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun
  • Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun
  • Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat, kumbang, kutu
  • Kelthane dosis 2 gram/liter air, untuk kutu
  • Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, untuk keong dan bekicot air
  • Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, untuk keong dan bekicot air
Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu:
  • Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit.
  • Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6-8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali.

Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS
Peluang Usaha Lainnya  :